Minggu, 19 Mei 2024

Festival Nginguk Githok 2022 Berlangsung Meriah

waktu baca 2 menit
Minggu, 26 Jun 2022 05:51 0 Red

Festival Nginguk Githok 2022 resmi dibuka pada 25 Juni 2022 di Sekararum, Sumber, Rembang. Seremoni pembukaan menampilkan kesenian rakyat barongan, tari orek-orek, bambangan cakil, perkusi bambu, band dan keroncong. Ketua Panitia Nginguk Githok Fest 2022, Lulu Sholichin mengatakan, festival kali ini mengangkat tema Sri Rejeki. Nginguk Githok tahun ini berusaha mengelaborasi gagasan bagaimana kehidupan ditunjang dari aktivitas perekonomian sehari-hari dari cara-cara yang konkret hingga yang gaib. Sri Rejeki dipilih sebagai judul sebagai representasi spirit mendatangkan rejeki dari dan untuk kampung.

Workshop Menulis Sejarah Kampung bersama Sarah Monica

Workshop Menulis Sejarah Kampung bersama Sarah Monica

Nginguk Githok merupakan upaya merekontekstuaisasi tradisi tahunan sedekah bumi di Dusun Sekararum, Rembang, Jawa Tengah. Diinisiasi oleh SKRM Squad dan Kolektif Hysteria sejak 2018 dan absen ketiak pandemi priode awal. Setelah sebelumnya menggarap isu kontak budaya di kampung (2018), memutar giling atau memanggil balik warga kampung untuk “pulang berkontribusi (2019), sirnaning pageblug tolak balak dan doa kuat selama pandemi, tahun 2022 Nginguk Githok mengelaborasi aneka ragam cara warga memenuhi kebutuhan pangannya.

Nginguk Githok Fest 2022 menampilkan lebih dari 30 seniman dari enam kota di Indonesia. Mereka akan berkolaborasi dalam bentuk pertunjukan, screening film, forum, workshop, musik dan pameran di acara yang digelar selama 11 hari di enam venue.

Info lengkap
instagram.com/grobakhysteria
instagram.com/skrm_squad
instagram.com/ngingukgithok.id

Seniman:

Radio Bengkong | Barongan | Mata Kaki Ketoprak Wahyu Manggolo | Dangdutan Amelia | Jaduman | Nada Dien | SKRM Bamboo Percussion | Keroncong New Normal | Perkoempoelan Stamboel Kasengsaraan Oemoem | Margono | Barongan Sumber Budoyo (REMBANG)
Isrol Media Legal | Shopping List (YOGYAKARTA)
Yogahya | Hysteria Art Lab | Ra Bersinar | Pujo Nugroho | Agus Budi Santoso (SEMARANG)
Sarah Monica | Sofia Setyorini (Jakarta)
Mahesa Desaga | Yayasan Khatulistiwa Sinema Nusantara | Taufan Agustiyan (Malang)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *